Pages

24 Mei 2013

Presentasi yang baik itu..


Ulasan ini sebagai sambungan ulasan sebelumnya yah..

To the point aja. Berikut tatacara atau etika presentasi yang baik menurut aturan yang pernah saya dapatkan dari gemblengan tim UPKPN selama 1 bulan..   

Pertama. Senyumlah ketika kamu sudah berada di panggung (di depan) walaupun presentasi belum dimulai.

Kedua. Jangan memulai presentasi ketika belum dipersilahkan baik oleh MC, moderator acara maupun dewan juri. Jika kamu berada dalam ajang kompetisi, memulai presentasi sebelum dipersilahkan oleh dewan juri adalah hal yang fatal. Pasalnya dulu saya pernah melihat juri menegur satu team lain yang telah membuka sesi presentasi padahal belum dipersilahkan.

Ketiga. Setelah dipersilahkan, mulailah kamu membuka presentasi dengan mengucapkan salam. Step selanjutnya > ucapkan selamat pagi, siang, sore, malam kepada para dewan juri, penyelenggara acara dan hadirin yang ada > perkenalkan diri kamu (kalau dalam sebuah tim ya perkenalkan satu persatu tim kamu dan jabatannya, misal si X sebagai ketua dari tim kamu), perkenalkan juga darimana kamu berasal (lembaga,  universitas mana, jurusan apa). > Disitu kamu mau ngapain, misal ingin mempersentasikan hasil penelitian kamu dengan judul.. blaa blaaa blaaa.. > Masuk ke bab selanjutnya yang mengawali materi kamu.

Aku contohin pembukaannya yah :
"Assalamualaikum WR. WB. Salam sejahtera bagi kita semua. Selamat siang para dewan juri yang terhormat dan hadirin sekalian yang berada di ruangan ini, kami delegasi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta akan mempresentasikan hasil penelitian kami yang berjudul ".....................". Sebelumnya saya erna susilowati selaku presentator, selanjutnya saudara X selaku ketua dari tim kami dan saudara Y selaku anggota. penelitian ini kami lakukan atas arahan dosen pembimbing kami yaitu Dr. Z, M. Si. Langsung saja kita mulai bab yang pertama yaitu latar belakang masalah. Seperti yang kita ketahui bahwa.. blaaa blaaaa blaaa..... 

Setelah latar belakangnya selesai :
"Dari latar belakang tersebut, bisa kita tarik benang merah bahwa tujuan penelitian ini adalah.......

Keempat. Selesaikan presentasi tsb tepat waktu yah. Semisal kamu dikasih waktu hanya 15 menit, mau tidak mau kamu harus bisa mengalokasikan presentasi kamu selesai tepat waktu dan semua slide sudah dipresentasikan. Jadi manajemen waktunya penting.

Kelima. Setelah presentasi selesai semuanya, jangan lupa akhiri presentasi dengan mengucapkan terimakasih kepada dewan juri, pihak penyelenggara dan hadiri atas perhatian yang diberikan.

Keenam. Biasanya sesi selanjutnya adalah tanya jawab. Dengarkan pertanyaan dari juri maupun audiens, jika perlu anggota lain mencatat pertanyaan itu (jadi notulen). Ini untuk mengantisipasi kalau lupa dengan pertanyaannya aja sih. Setelah pertanyaan selesai dilontarkan, ucapakan "Terimakasih atas pertanyaannya, jadii... bla bla blaaa..". Ucapan terimakasih untuk pertanyaan tsb hanya diucapkan untuk menjawab pertanyaan pertama. Selanjutnya bila masih ada feedback dari audiens atau dewan juri, silahkan langsung saja dijawab pertanyaannya. Jawab dengan singkat dan jelas ya, ndak usah terlalu bertele-tele. Jika ada argumen yang mendukung, boleh disebutkan tuh pernyataan dari siapa atau referensi dari buku mana. Yang jelas ketika menjawab, pertahankan penelitianmu atau apa yg kamu presentasikan tadi. jangan hanyut dengan feedback audiens maupun dewan juri. Kalau ada saran yang membangun, terima saja, jangan ngeyel, karena itu menunjukkan betapa kamu terlihat sebagai pribadi yang enggan untuk dikritik. Oia, kalo presentasinya 1 team, yang jawab ganti-gantian yah. Biar jobdesknya sama rata, jadi tim kalian terliahat kompak. Jangan sang presentator mulu yang jawab (biasanya sih begini kasusnya.. -___-).  Kalau itu presentasi mandiri, yang jawablah sesuai dengan kemampuanmu untuk menjawab.

Ketujuh. Slidenya nggak usah banyak-banyak yah. Singkat, padat dan jelas. Oia, saat presentasi berlangsung, jangan terlalu sering melihat slide. Ini menunjukkan kalo kamu tidak terlalu menguasai materi. Buktinya masih suka terpaut buat ngebaca slide tuh ^^. Kalau bisa all out aja, jadi presentasi sambil jalan atau interaksi sama audiensnya. Biasanya dilakuin oleh professional sih kalo begini.. hhihihi

Kedelapan. Penampilan harus rapi yah.


Udah ah, nggak enak kalo describenya kepanjangan. 
Silakan dicoba..

Lakukan ini sebelum presentasi


Presentasi :)
Ada yang asing dengan kata-kata ini?..

Presentasi dimaksudkan untuk menjelaskan atau memperkenalkan sesuatu kepada audiens (pendengar) agar mereka mengetahui atau tertarik atau terpengaruh oleh sesuatu tersebut (halah ribet.. -_-).

Presentasi merupakan hal yang sangat pokok dalam dunia perkuliahan. Ya istilahnya kalau para dosen itu males ngasih kuliah, kemungkinan besar kalian bakal disuruh bikin kelompok, bikin paper trus dipresentasiin deh.. Wkwkwkwkw (nasib.. nasib... :D)

Tapi meskipun presentasi lekat banget di telinga para MAHAsiswa, nggak jarang lho yang masih grogi ataupun takut mencoba menyampaikan informasi di depan umum. Demam panggung gitu sih.. Hahahaha

Menurutku ada beberapa penyebab orang itu enggan untuk presentasi. Diantaranyaaaa... Taraaaaa......

1. Grogi
2. Tidak menguasai materi (yang akan disampaikan)
3. Pendiem (lebih cenderungnya males ngomong sih.. -_-)
4. Not humanism person (tidak menyukai interaksi dengan orang banyak)
5. Nggak pede (misal : penampilan yang dirasa kurang oke, takut gelagapan kalo ngomong, takut nggak bisa jawab pertanyaan semisal audiensnya ngasih feedback)

Terkadang presentasi menjadi momok bagi para-para MAHAsiswa. Sebenernya mereka ngomong gitu karena sugesti aja, belom nyoba sih enaknya presentasi itu kayak apa.. heheheh

Mungkin untuk mereka yang jarang speaking di depan umum bakal menganggap presentasi itu susah, tapi sebenernya kalau mau belajar, kalau mau latian, pasti bisa lancar kok presentasinya. Banyak keuntungan kalo kamu bisa presentasi dengan lancar, diantaranya :
1. Memperlancar tugas-tugas presentasi kamu nih (biasanya tugas kelompok sih)
2. Dalam sebuah kompetisi, misal ikut perlombaan PKM, karya ilmiah atau riset-riset kayak gitu, presentasi memegang poin beberapa persen dari penentu kemenangan sebuah tim.
3. Latihan upgrade skill individu lah yaa, terutama bidang public speaking
4. Terkadang orang itu dinilai dari cara atau gayanya berbicara loh... (hahaha, mulai ngelantur nih)
5. Mempermudah kamu dalam interview kerja, karena sudah terbiasa menjawab pertanyaan ketika presentasi ^^

Aku mau share beberapa tips buat temen-temen supaya nggak grogi dan presentasinya bagus deh..

Pertama. Sebelum presentasi, pastikan dirimu menguasai materi yang akan disampaikan (bisa materi sidang skripsi, materi riset, karya ilmiah, maupun produk yang akan dijual). Presentasi itu kan buat menarik perhatian audiens, kalo kitanya nggak menguasai materinya, gimana bisa para audiens bisa tertarik tentang apa yang kita sampaikan.

Kedua. Persiapan sebelum presentasi. Ada beberapa hal yang harus disiapkan, misal LCD proyektor, leptop, charger leptop bila perlu, laser pointer, dan yang paling penting adalah file presentasi harus sudah SIAP. Kalau barang-barang tersebut belum dipersiapkan, sementara jam presentasi segera dimulai, itu cukup membuat kita gugup dan tidak terlalu konsen dengan materi presentasi kita.

Ketiga. Ketika giliran presentasi kamu tiba, siapkan diri kamu. Majulah dan kuasai dulu panggungnya. Pilih stage (posisi berdiri) yang enak untuk presentasi. Yang pasti tidak membelakangi audiens dan tidak membelakangi juri (jika disitu ada juri atau dosen yang berada di arah samping).

Keempat. Hadaplah ke audiens dan tersenyumlah ^^. Senyum lumayan bisa mencairkan suasana grogi yang timbul dari diri kamu sendiri. Bila masih grogi (misalnya karena disitu ada pakar-pakar ilmu yang tau tentang riset kamu), maka anutlah prinsip "PENYAMARATAAN". Maksutnya penyamarataan ini tuh, anggap audiens di depan kamu itu sama semua. Sama-sama nggak ngerti tentang yang bakal kamu sampein dan anggap aja kamu yang paling mengerti semuanya (kepedean dikit sih -_____-)

Kelima. Bila masih grogi lagi ketika menatap audiens, anggap aja para audiens itu "botol-botol kosong" (anggap seolah-olah tidak ada orang di depan kamu). Nah, biar kamu nggak terlihat seperti presentator yang "pandangannya kosong", tataplah ke bagian atas kepala audiens (bagian rambut). Interaksi mata ini sebenarnya trik sih. Dengan kamu menatap bagian atas kepala audiens, mata kamu akan terlihat seolah-olah berinteraksi dengan mata audiens, padahal sebenernya nggak sih. Takutnya nanti kalau kamu langsung menatap mata para audiens, nyali kamu jadi ciut atau tambah grogi. Setidaknya trik ini membantu lah.

Keenam. Saat presentasi, ngomongnya yang jelas yah, maksutnya spell-nya harus jelas. Jangan ngomong kayak orang yang lagi kumur-kumur. Oia, gaya ngomongnya nggak usah dibuat-buat yah. 

Ketujuh. Kalau kamu grogi sampe tanganmu gemeteran, bawalah barang yang bisa kamu genggam, misal bolpoint. Ini bisa ngurangin grogimu, karena tanganmu punya aktivitas untuk menggenggam sesuatu. Kalau tanganmu kosong, nggak bawa apa-apa, nanti groginya bisa kelihatan banget. Tapi kalau udah nggak grogi yaudah deh nggak usah bawa something untuk digenggam.

Kedelapan. Berdoa. Baca bismillah biar nggak deg-degan dan presentasinya dilancarkan.

Oia, banyak latihan di depan kaca yah. Biar kita tahu gimana ekspresi wajah dan gesture kita. Kalau di depan kaca kan tahu sudah seberapa anggunkah senyum kita (hahahaa, ngelantur -_-).
Dicoba yah.. :D

11 Mei 2013

Surat Ar-rahman

Jadi pribadi itu, jangan hanya pandai ilmu dunia, ilmu akheratnya juga. Jadi pribadi itu jangan hanya hubungan horisontalnya yang diperbaiki, hubungan vertikal harus lebih diperbaiki..


Ini dua dari sekian lembar halaman catatan kajianku. Dan yang berwarna pink itu kitab yang selalu menemani kemanpun aku pergi. Kubeli sekitar setahun lalu di Islamic Book Fair. 

Kajian itu bikin kangen. Seminggu 2 kali di Masjid Agung Sukoharjo setiap hari Senin dan Jumat ba'da Isya. Kalau Senin itu jadwalnya baca dan tafsir Qur'an sama ustad Abdurrahman. Kalau Jumat jadwalnya ustad Abu Yusuf mengenai Hadist. 

Sebenernya tempat ngaji itu banyak, bahkan di dekat tempat tinggalku pun ada. Aku dan temanku lebih tertarik di masjid itu, karena kalau jamaah Isya', imamnya suka baca Ar-Rahman. 


So which of the favors of your Lord would you deny?

Rasulullah  bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).

Malam lepas Isya' ku buka Al Qur'an dan kubaca surat Ar Rahman. Tanpa terasa, air mataku menetes. Satu demi satu.

10 Mei 2013

Dua detik yang menentukan

Dua detik itu sangat menentukan. Mungkin karena dalam dua detik itulah ruh saling mengenal. Mereka saling mengirim sandi. Jika sandi dikenali, mereka akan bersepakat, tanpa banyak tanya, tanpa banyak bicara. Karena sesudah itu adalah saatnya bekerja mewujudkan tujuan bersama. Segera. Jangan ditunda-tunda.

“Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal diantara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.” (HR Al Bukhari [3336] secara mu’allaq dari ’Aisyah, dan Muslim [2638], dari Abu Hurairah)

Ruh itu seperti tentara. Ada sandi di antara mereka. Jika sandi telah dikenali, tak perlu banyak lagi yang diketahui. Cukup itu saja. Mereka akan bersepakat. Mereka adalah sekawan dan sepihak. Mereka akan bergerak untuk satu tujuan yang diyakini. Jadi apakah yang menjadi sandi di antara para ruh? Iman. Tentu saja. Kadar-kadarnya akan menerbitkan gelombang dalam frekuensi yang sama. Jika tak serupa, jika sandinya tak diterima, ia telah berbeda dan sejak awal tak hendak menyatu.
”Iman”, kata Sayyid Quthb dalam Fii Zhilaalil Quran, ”Adalah persepsi baru terhadap alam, apresiasi baru terhadap keindahan, dan kehidupan di muka bumi, di atas pentas ciptaan Allah, sepanjang malam dan siang. Dan inilah yang diperbuat keimanan. Membuka mata dan hati. Menumbuhkan kepekaan. Menyirai kejelitaan, keserasian, dan kesempurnaan.” Maka biarlah dia yang menjadi ratu penentu, di dua detik pertama nazhar kita.
Di jalan cinta para pejuang, kita melestarikan nilai-nilai nazhar; berbaik sangka kepada Allah, menjaga pandangan dalam batas-batasnya, dan selalu mencari hal yang menarik. Bukan sebaliknya. Di jalan cinta para pejuang, yang terpenting bukanlah seberapa banyak engkau tahu, tapi bahwa engkau mengetahui yang memang bermakna bagimu. Dan bahwa Allah selalu bersamamu.

kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan
ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan
ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan
tapi satu hal tetap sama
mereka cocok  karena bersama bertasbih memuji Allah
seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’ pada keagunganNya
(S.A. Fillah)

Quote Salim A. Fillah

Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian

Membuka pintu-pintu syaithan

Kita yang menjalani hidup dengan mengalir
Seperti air
Mungkin lupa bahwa air hanya mengalir
Ke tempat yang lebih rendah



Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi, dan lebih suci dibanding mereka yang kita nasehati. Hanya mengingatkan kembali kepada diri ini: jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan.

Kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar
Hanya dirimu yang mengerdil
Tenanglah, semata karena Allah bersamamu
Maka tugasmu hanya berikhtiar
Dan di sana pahala surga menantimu

Masih banyak orang shalih
Tetapi tak banyak antara mereka yang memperjuangkan keshalihan

8 Mei 2013

Sepenggal kata

"Semoga Tuhan menjauhkanmu dari segala sesuatu yang membuatmu jauh dariku. "

Indah Pada Waktunya


Oh dear, jika dua orang memang benar-benar saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi ‘hadiah’ yg hebat utk orang-orang yg bersabar.

Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.

--tere lije, repost