Pages

Tampilkan postingan dengan label sudut pandangku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sudut pandangku. Tampilkan semua postingan

7 Jun 2013

Lelaki itu..


Lelaki itu suka menyimpan berbagai masalah di dalam hati. Lelaki lebih memilih bermain dengan pikirannya.

Diam adalah cara lelaki untuk meraba jalan keluar suatu masalah. Masalah yang datang menerjang adalah makanan sehari-hari yang kudu, musti, harus dan wajib ditaklukkan, diendapkan dalam sikap kedewasaannya dan diuraikan dengan kemampuan nalarnya.

Air mata lelaki itu sangat mahal. Tidak mudah menetes manakala bingung mengepung. Tidak mudah menetes manakala panik mencekik.

Tapi mungkin justru akan menetes pelan saat menghamba dalam kerinduan. Menyepi dalam kepasrahan. Bertobat akan jutaan kesalahan yang pernah dilakukannya.

Lelaki itu tangguh dan hebat. Namun di balik lelaki yang hebat ada perempuan yang hebat pula.

31 Mei 2013

Filosofi cincin pernikahan di jari manis

Jari manis manusia identik dengan cincin perkawinan. Banyak yang bertanya, kenapa cincin perkawinan harus disematkan di jari manis, tidak di jari lain?


DP bbku nih ^^
Ada mitos yang menyebutkan bahwa ibu jari mewakili orangtua, jari telunjuk mewakili saudara-saudara (adik-kakak), jari kelingking tentang anak-anak, dan jari manis mewakili pasangan hidup.

Setiap orang pasti memimpikan bila menjadikan pernikahan sebagai suatu peristiwa sakral yang pertama dan terakhir, serta mendapatkan pasangan hidup yang setia dan selalu ada di samping, baik dalam masa suka maupun duka. Karena itulah, meski sulit dibuktikan secara logis, jari manis kita sebagai “pelabuhan” cincin pernikahan terasa sulit dipisahkan bila telah disatukan.

Untuk membuktikannya, tidak ada salahnya Anda mencoba gerakan di bawah ini:



1. Pertama, tunjukkan telapak tangan Anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar).

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Lalu cobalah buka ibu jari Anda. Ibu jari yang mewakili orang tua bisa dibuka karena kita akan membentuk suatu keluarga baru. Hal ini berarti kita akan membentuk kehidupan baru yang terpisah dari orangtua.

5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda. Jari telunjuk mewakili kakak dan adik Anda. Jari itu bisa terbuka karena mereka mereka akan memiliki keluarga dan kehidupan sendiri yang terpisah dengan Anda.

6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking. Jari yang mewakili anak-anak Anda ini juga dibuka. Cepat atau lambat anak-anak juga akan membentuk keluarga dan kehidupan baru yang terpisah dengan Anda.

7. Selanjutnya, tutup jari kelingking Anda. Coba buka jari manis Anda tempat di mana kita menaruh cincin perkawinan. Anda akan akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Jari manis ini mewakili suami dan istri. Artinya, selama hidup Anda dan pasangan akan terus bersama satu sama lain dalam menjalani kehidupan.

Itulah alasan cincin kawin disematkan di jari manis. Sehingga Anda dan pasangan akan terus bersama dan tak bisa terpisahkan dalam menjalani kehidupan.

10 Mei 2013

Dua detik yang menentukan

Dua detik itu sangat menentukan. Mungkin karena dalam dua detik itulah ruh saling mengenal. Mereka saling mengirim sandi. Jika sandi dikenali, mereka akan bersepakat, tanpa banyak tanya, tanpa banyak bicara. Karena sesudah itu adalah saatnya bekerja mewujudkan tujuan bersama. Segera. Jangan ditunda-tunda.

“Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal diantara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.” (HR Al Bukhari [3336] secara mu’allaq dari ’Aisyah, dan Muslim [2638], dari Abu Hurairah)

Ruh itu seperti tentara. Ada sandi di antara mereka. Jika sandi telah dikenali, tak perlu banyak lagi yang diketahui. Cukup itu saja. Mereka akan bersepakat. Mereka adalah sekawan dan sepihak. Mereka akan bergerak untuk satu tujuan yang diyakini. Jadi apakah yang menjadi sandi di antara para ruh? Iman. Tentu saja. Kadar-kadarnya akan menerbitkan gelombang dalam frekuensi yang sama. Jika tak serupa, jika sandinya tak diterima, ia telah berbeda dan sejak awal tak hendak menyatu.
”Iman”, kata Sayyid Quthb dalam Fii Zhilaalil Quran, ”Adalah persepsi baru terhadap alam, apresiasi baru terhadap keindahan, dan kehidupan di muka bumi, di atas pentas ciptaan Allah, sepanjang malam dan siang. Dan inilah yang diperbuat keimanan. Membuka mata dan hati. Menumbuhkan kepekaan. Menyirai kejelitaan, keserasian, dan kesempurnaan.” Maka biarlah dia yang menjadi ratu penentu, di dua detik pertama nazhar kita.
Di jalan cinta para pejuang, kita melestarikan nilai-nilai nazhar; berbaik sangka kepada Allah, menjaga pandangan dalam batas-batasnya, dan selalu mencari hal yang menarik. Bukan sebaliknya. Di jalan cinta para pejuang, yang terpenting bukanlah seberapa banyak engkau tahu, tapi bahwa engkau mengetahui yang memang bermakna bagimu. Dan bahwa Allah selalu bersamamu.

kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan
ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan
ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan
tapi satu hal tetap sama
mereka cocok  karena bersama bertasbih memuji Allah
seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’ pada keagunganNya
(S.A. Fillah)

Quote Salim A. Fillah

Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian

Membuka pintu-pintu syaithan

Kita yang menjalani hidup dengan mengalir
Seperti air
Mungkin lupa bahwa air hanya mengalir
Ke tempat yang lebih rendah



Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi, dan lebih suci dibanding mereka yang kita nasehati. Hanya mengingatkan kembali kepada diri ini: jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan.

Kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar
Hanya dirimu yang mengerdil
Tenanglah, semata karena Allah bersamamu
Maka tugasmu hanya berikhtiar
Dan di sana pahala surga menantimu

Masih banyak orang shalih
Tetapi tak banyak antara mereka yang memperjuangkan keshalihan

8 Mei 2013

Sepenggal kata

"Semoga Tuhan menjauhkanmu dari segala sesuatu yang membuatmu jauh dariku. "

Indah Pada Waktunya


Oh dear, jika dua orang memang benar-benar saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi ‘hadiah’ yg hebat utk orang-orang yg bersabar.

Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.

--tere lije, repost

17 Apr 2013

Capture (part 2)



*catatan kecil di handfonku

Capture (part 1)





Laras Saty

Namanyaa laras, Laras Saty tepatnya. Kelahiran Jakarta, 6 Mei 1991. Jurusan Biologi Universitas Diponegoro. Tak pernah terfikir di benakku aku berteman dengannya. Awalnya hanya sekedar komen-komenan, bercanda-bercandaan di situs jejaring sosial, hingga suatu ketika temanku mengenalkanku padanya. Ya, waktu itu tanggal 7 April 2012 aku beribur ke Semarang. Aku berkunjung ke kosannya. Dia pun tersenyum ketika siang itu aku datang bersama seorang temannya. Ternyata wajahnya di foto dan aslinya sama. Tidak jauh berbeda.. ^^
 
Aku banyak ngobrol dengannya. Ada sesuatu yang sama ketika melihat gaya berbicaranya, cerewetnya, dan postur tubuhnya. Ternyata dia mirip sekali dengan teman sekelasku di Solo.. ^^

Akhir-akhir ini ketika membuka timeline, aku sering sering tertawa-tawa karena membaca tweet-tweetnya. Entah mengapa. Yang penting bisa membuatku tersenyum.. Mungkin memang dasarnya orangnya lucu dan berisik sih ya.. hehehe..

Teruntuk calon imamku

Siapakah kamu?.. aku juga tidak tahu..
Dimanakah kamu?.. aku juga tidak tahu..
Apa yang sedang kau kerjakan sekarang?
Apa yang mengganggu fikiranmu sekarang?
Apa yang ada di benakmu?
Apa yang kau inginkan?
Apa yang esok kan kau lakukan?
Apa kau sudah makan malam?
Apa kau sedang tidak enak badan?
Apa kau perlu seseorang untuk memijit bahumu?..
Apa kau perlu seseorang untuk membuatkanmu kopi menemani lembur malammu?..
Apa kau perlu seseorang untuk membuatkan segelas susu hangat saat hujan?..
Apa kau perlu seseorang untuk bercerita sesaat sebelum tidur?..
Apa kau perlu seseorang untuk menyiapkan makanan di meja makan?..
Apa kau perlu seseorang untuk membuatkanmu secangkir teh hangat seusai kau mandi pagi?..
Apa kau perlu seseorang yang mengambilkan handuk sebelum kau beranjak mandi?..
Apa kau perlu seseorang yang menyiapkan air hangat untuk merendam kakimu yang pegal?..
Apa kau perlu seseorang yang meng-amin-kan bacaan Al-Fatihah mu saat kau sholat?..
Apa kau perlu seseorang untuk menemanimu mengaji bersama?..
Apa kau perlu seseorang untuk menyimak bacaanmu saat kau tartil membaca Quran?..
Apa kau perlu seseorang untuk menemanimu pergi rapat?..
Apa kau perlu seseorang yang selalu tersenyum seusai kau pulang kerja?..
Apa kau perlu seseorang yang selalu memback-up bisnismu?..
Apa kau perlu seseorang untuk menemanimu melepas penat ketika week end tiba?..
Apa kau perlu seseorang untuk duduk di tepian danau sembari bersenda gurau?..
Apa kau perlu seseorang yang bawel mengingatkanmu untuk makan?..
Apa kau perlu seseorang untuk membersihkan telingamu?..
Apa kau perlu seseorang untuk mendengarkan masalahmu?..
Apa kau perlu seseorang untuk mengingatkanmu berdoa sebelum kau tidur?..
Apa kau perlu seseorang yang bawel mengingatkanmu untuk segera istirahat?..
Apa kau perlu seseorang yang mengambilkanmu obat ketika kau sakit?..
Apa kau perlu seseorang untuk berdiskusi?..
Apa kau perlu seseorang untuk berbagi beban di pundakmu?..
Apa kau perlu seseorang yang ingin kau temui di mimpi indahmu?..
Apa kau perlu seseorang yang mengambilkanmu jaket ketika kau kedinginan?..
Apa kau ingin melihat wanita menangis karena alasan yang tidak jelas?..
Apa kau ingin melihat wanita yang mengomel karena kau menaruh barang sembarangan?..
Apa kau perlu seseorang yang selalu menurut kepada ibumu?..
Apa kau ingin melihat wanita yang selalu menuruti apa kata-katamu, apa laranganmu, dan apa nasehatmu?..

Nanti akad nikah kita di Masjid Raya Fatimah yaa?..
Aku ingin kau membacakanku surat Ar-Rahman saat itu..
Bagaimana jika nanti kita bermain dan melihat view dari menara Masjid Agung Jawa Tengah?..

Sekarang, kamu tenang saja..
Saya tidak bisa sembarangan bisa akrab dengan lelaki..
Saya akan menjaga hati..
Saya akan menjadi wanita sholehah seperti pintamu..
Jadi,,,,
Kamu juga harus menjaga hati..
Kamu juga harus menjadi seorang sholeh..
Karena suatu saat aku akan mengatakan “Proud to be yours

Semampunya saya, sebaiknya saya, sepandai-pandainya saya, saya tidak akan pernah lebih dari lelaki saya kelak.. Kenapa?.. Karena saya tahu, lelaki itu satu derajat lebih tinggi dibanding wanita.. Itulah mengapa, saya selalu berusaha menghormati lelaki..
Tulisan ini bukan galau, tapi ini “sikap”..

Aamiin
Wallahu a’lam